LAPORAN AKHIR MODUL 4
Nama : Agung septian pranata
Nomor BP : 2410953013
Tanggal Praktikum : 06 MEI 2025
Asisten : Dicky Nurdiasyah
Zulhadia
1. RC Seri
2. RLC Seri
3. RLC Paralel
1. Rangkaian RC seri terdiri dari resistor (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor dan kapasitor dalam rangkaian RC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik (ripple) yang terjadi pada arus AC
4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada kapasitor, sementara kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC
2. RLC Seri
1. Rangkaian RLC seri terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC
4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada induktor dan kapasitor, sementara induktor dan kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC
3. RLC Paralel
Prinsip kerja:
Pada rangkaian RLC paralel, elemen-elemen seperti resistor, kapasitor, dan induktor disusun paralel dengan sumber AC. Arus yang mengalir pada setiap elemen berbeda dan tegangan ketiganya sama bergantung pada frekuensi tegangan suplai. Untuk mencari nilai arus total adalah akar dari arus pada resisitor dikuadratkan ditambah selisih arus pada induktor dan kapasitor dikuadratkan.
RC SERI
1. 1. Analisa pengaruh R, L dan C terhadap sudut fasa!
Jawab:
Dalam rangkaian AC, resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) memengaruhi sudut fasa antara tegangan dan arus. Resistor tidak mengubah sudut fasa karena arus sefase dengan tegangan. Induktor menyebabkan arus tertinggal dari tegangan, sehingga sudut fasa bernilai positif. Sebaliknya, kapasitor membuat arus mendahului tegangan, menghasilkan sudut fasa negatif. Dalam rangkaian RLC seri, sudut fasa tergantung pada perbedaan antara reaktansi induktif (XL = ωL) dan reaktansi kapasitif (XC = 1/ωC), serta nilai resistansi. Jika XL lebih besar dari XC, sudut fasa positif (induktif); jika XC lebih besar, sudut fasa negatif (kapasitif); dan jika keduanya sama, sudut fasa nol, yang berarti tegangan dan arus sefase (resonansi).
2. 2. Analisa impedansi pada rangkaian RC seri
Jawab:
Impedansi total dari rangkaian RC seri adalah jumlah kompleks dari impedansi resistor dan kapasitor. Ini berarti bahwa impedansi bersifat frekuensi-dependent, dengan bagian real ditentukan oleh resistansi dan bagian imajiner oleh reaktansi kapasitif. Pada frekuensi rendah, impedansi didominasi oleh kapasitor (impedansi tinggi), sedangkan pada frekuensi tinggi, impedansi mendekati resistansi murni karena reaktansi kapasitif mengecil.
3. 3. Analisa impedansi pada rangkaian RLC Seri
Jawab:
Impedansi pada rangkaian RLC seri merupakan gabungan dari hambatan resistor, sifat induktif dari induktor, dan sifat kapasitif dari kapasitor. Nilai impedansi berubah-ubah tergantung frekuensi sinyal yang diberikan. Pada kondisi tertentu yang disebut resonansi, efek induktor dan kapasitor saling meniadakan, sehingga impedansi minimum dan arus mencapai nilai maksimum, hanya dipengaruhi oleh resistor.
4. 4 Analisa impedansi pada rangkaian RLC Paralel
Jawab:
Impedansi pada rangkaian RLC paralel tergantung pada kombinasi sifat hambatan resistor, reaktansi induktor, dan reaktansi kapasitor yang semuanya berbagi tegangan yang sama. Nilai impedansi total berubah terhadap frekuensi. Pada frekuensi rendah, kapasitor mendominasi; pada frekuensi tinggi, induktor mendominasi. Pada frekuensi resonansi, arus reaktif dari induktor dan kapasitor saling meniadakan, menghasilkan impedansi total maksimum yang mendekati hambatan resistor. Pada titik ini, arus total minimum dan sistem bersifat resistif murni.





Komentar
Posting Komentar