LAPORAN AKHIR MODUL 2
Nama : Agung septian pranata
Nomor BP : 2410953013
Tanggal Praktikum : 18 Maret 2025
Asisten : Muhammad Agung Maulana
Nanda Zahri Pisya
1. Mengukur dan mengamati tegangan searah dan tegangan bolak balik
2. Membandingkan Frekuensi
3. Membandingkan frekuensi dengan cara lissajous

4. Pengukuran daya beban lampu seri
5. Pengukuran daya beban lampu paralel
1. Kalibrasi Osciloscope
a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan
muncul berkas elektron
b. Atur posisi sinyal
pada layar sehingga terletak di tengah-tengah
c. Hubungkan input
kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope
d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.
2. Pengukuran dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Prinsip kerja :
Pada rangkaian ini, sumber dc atau power supply sebesar 4 V dihubungkan dengan kanal B pada osiloskop untul mengamati dan mengukur tegangan dari arus searah. Dan untuk grafik sinusoidal dari signal generator diatur frekuensi sebesar 1 kHz dan tegangan 4 Vp-p, lalu dihubungkab dengan kanal A pada osiloskop, sehingga jika rangkaian dijalankan, maka grafik dari osiloskop dapat diamati.
3.Mengukur dan Mengamati Frekuensi
Prinsip kerja :
Pada pengukuran frekuensi dengan menggunakan signal generator dan oscilloscope, output dari function dihubungkan ke input kanal A dengan frekuensi tertentu. Pada saat dijalankan, rangkaian ini akan menghasilkan gelombang pada oscilloscope. Frekuensi yang terbaca pada generator ini dapat dibandingkan dengan frekuensi yang terbaca pada oscilloscope, gelombang yang terbaca di oscilloscope dicari terlebih dahulu periode(T) setelah itu didapatkan frekuensi dengan rumus (1/T) , dan akhirnya dapat dibandingkan frekuensi yang terbaca pada signal generator dan frekuensi yang terbaca pada Oscilloscope.
4. Membandingkan frekuensi dengan cara Lissajous
Prinsip kerja :
Rangkaian ini menggunkan dua buah function generator yag masing-masing dihubngkan pada kanal A dan kanal B dari osiloskop. Sinyal yang tidak diketahui dihubungkan pada input A dan sinyal yang dapat dibaca dihubungkan pada kanal B. Atur frekuensi pada kanal A sampai terbentuk seperti salah satu gambar 2.1 yang ada pada modul, kemudian amati perbandingan frekuensinya.
Perbandingan 1:1
Perbandingan 1:2
Perbandingan 2:1
Perbandingan 1:3
Perbandingan 3:1
Perbandingan 2:3
Perbandingan 3:2
Mengukur Daya Satu Fasa
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Prinsip Kerja :
Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul, yaitu rangkaian lampu seri dan kemudian masing-masing beban diberi daya sebesar 25 watt dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya.
Rangkaian daya beban lampu seri
6. Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel
Prinsip kerja :
Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul, yaitu rangkaian lampu paralel. Kemudian masing-masingnya di berikan beban sebesar 25 watt dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya.
Rangkaian daya beban lampu paralel
Pengukuran Daya Lampu Parallel
1) Mengapa perlu di lakukan kalibrasi sebelum osiloskop di gunakan ?
Jawab :
Tujuannya untuk memastikan akurasi pengukuran. Menghindari kesalahan pembacaan, Menjaga Stabilitas Sinyal dan memverifikasi fungsi alat sebelum digunakan
2) Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi dan perioda !
Jawab :
• Amplitudo : Tegangan AC naik turun secara periodik, Sementara DC tetap stabil dan tidak berubah.
• Frekuensi : Tegangan AC Punya frekuensi tertentu (misalnya 50 Hz atau 60 Hz untuk listrik rumah) Sedangkan tegangan DC Frekuensinya nol karena tidak berosilasi
•Perioda : Tegangan AC memiliki perioda, Yaitu waktu yang di butuhkan untuk satu siklus penuh. Tegangan DC tidak punya perioda karena sifatnya tetap
3) Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi !
Jawab :
• Gelombang Sinusoidal
Bentuk Paling umum, Sering digunakan dalam sinyal listrik AC
• Gelombang Kotak (Square wave)
Di tandai dengan transisi cepat antara level tinggi dan rendah. Sering digunakan dalam pengujian sirkuit digital dan switching
• Gelombang Gigi Gergaji (Sanwtooth wave)
Mempunyai garis naik dan turun yang linier. Bentuk Ini ideal untuk pengujian linearitas dan respon sistem dengan frekuensi menentukan jumlah siklus perdetik
• Gelombang Segi Tiga (Triangle wave)
Mempunyai garis naik dan turun yang Linier. Biasa digunakan dalam synthesizer dan aplikasi pemrosesan video, dimana frekuensi menentukan kecepatan kenaikan dan siklus gelombang
• Gelombang Pulsa
Memiliki lebar pulsa yang bisa di atur (duty cycle). Bentuk gelombang ini penting dalam aplikasi digital dan modulasi, di mana kombinasi frekuensi dan duty cycle menentukan karakteristik sinyal.
4) Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya lampu seri !
Jawab :
Pada praktikum kali ini di dapatkan bahwa nilal daya yang terukur dan nilai daya terhitung berbeda karena tingginya persentasi error. Yang diakibatkan beberapa kesalahan pada saat pengukuran
5) Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilal daya terhitung pada pengukuran daya beban paralel !
Jawab :
Pada praktikum kali ini nilai daya yang terukur dan nilai daya yang terhitung pada daya beban paralel berbeda karena tingginya persentasi error yang di sebabkan beberapa kesalahan dalam pengukuran






Komentar
Posting Komentar